Budidaya Bunga Melati

Melati adalah salah satu bunga yang harum dan paling lama dibudidayakan oleh manusia. Bunga juga digunakan untuk berbagai keperluan yaitu. membuat karangan bunga, dekorasi rambut perempuan, korban agama dll. Hal ini juga digunakan untuk produksi yang digunakan dalam industri kosmetik dan parfum wewangian. Lebih dari 80 spesies bunga melati ditemukan di India, yang mana hanya ada dua spesies yang digunakan untuk budidaya komersial. yaitu Melati Putih (Gundumalli / Madurai Malli), melati auriculatum (Mullai). Dua spesies pertama terutama dibudidayakan untuk menjual bunga segar sedangkan 

Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1.600 m dpl. meskipun demikian, tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. melati putih (Gundumalli) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl, sedangkan melati auriculatum (Mullai) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1.600 m dpl. Di sentrum produksi melati, seperti di Kabupaten Tegal, Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah), melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl)
 
Iklim dan Tanah

Tanaman bunga melati dapat dibudidayakan di berbagai tanah, yaitu dari lempung berpasir ke tanah liat. Namun, muncul juga di berdrainase baik kaya tanah lempung berpasir. Kondisi ideal untuk budidaya sukses musim panas yang hangat dengan pasokan air yang cukup dan hari-hari cerah
 
Pembukaan Lahan
 
Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma), pepohonan yang tidak berguna agar mudah pengelolaan tanah.Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, kemudian biarkan kering selama 15 hari
 
Pembentukan Bedenga
 
Membentuk bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing
 
Varietas
 
Spesies-bijaksana varietas yang direkomendasikan adalah Gundumalli (Jasminum sambac), Co-1, dan Co-2 (J.auriculatum) dan Co-1 dan C0-2 (J.grandiflorum)
 
Irigasi 

Irigasi pertama harus diberikan segera setelah tanam dan irigasi berikutnya pada interval 7-10 hari tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah 

Penentuan Pola Tanam

Penanaman
 
Sebulan sebelum tanam, bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60.000 lubang tanam (jarak tanam 1,0 m x 1,5 m), kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit, stratos/asam humus Gro-Mate
 
Pembuatan Lubang Tanam

Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah

Cara Penanaman : Jarak tanam dapat bervariasi, tergantung pada bentuk kultur budidaya, kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam, bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1,5 m, sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm, 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm

Pemeliharaan Tanaman
 
Pengairan dan Penyiraman : Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah
 
Pemupukan

Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg, STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman / sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Disarankan bahwa setiap tanaman harus diterapkan dengan 10 kg FYM dan 60 g Nitrogen dan masing-masing dari Fosfor dan Kalium dan mereka harus diterapkan dalam dua tumpah dosis 120 g. yaitu sekali setelah pemangkasan tahunan dan lagi selama bulan Juni-Juli.
 
Penyiangan
 
Penyiangan dan memperkuat saluran irigasi dan pematang adalah operasi antar diikuti untuk budidaya melati. Penyiangan pertama yang harus dilakukan 20-25 hari setelah tanam dan menyiangi berikutnya dilakukan sekali dalam 2-3 bulan
 
Penyulaman
 
Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman pada dasarnya sama dengan tata laksana penanaman, hanya saja penyulaman ini dilakukan pada lokasi/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. Periode penerapan penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas
 
Pemangkasan 

Pelatihan pada dasarnya dilakukan untuk memberikan bentuk yang diinginkan untuk tanaman sedangkan, pemangkasan dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang diinginkan. Biasanya, irigasi ditahan sebelum pemangkasan dan tanaman dipangkas dengan menghapus semua tunas musim lalu termasuk cabang mati dan sakit. Dianjurkan untuk memangkas tanaman pada minggu terakhir bulan November untuk mendapatkan peningkatan hasil dan kualitas bunga.

Perhatian pemangkasan bentuk dilakukan untuk keperluan melati pot atau taman dan tidak di anjurkan dalam lahan yang luas Lain-lain : Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar, kecuali pada beberapa jenis melati, seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati, jenis melati putih (J.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah, sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. officinale var. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah

Perlindungan Tanaman

Hama

Bud worm, mekar nyamuk dan tungau laba-laba merah adalah hama utama melati. Penyemprotan Monokrotofos 36WSC 2ml / l dianjurkan untuk mengontrol bud worm dan mekar midge. Untuk mengontrol tungau laba-laba merah. penyemprotan belerang (50% WP) 2g / l dianjurkan
 
Penyakit & hama lainnya

Busuk akar adalah penyakit utama yang menyerang tanaman melati. Nematoda kutu juga merupakan masalah dalam tanaman ini. Langkah-langkah pengendalian untuk Nematoda - 10g butiran forat / tanaman di dekat zona akar dan mengairi tanaman, dan untuk akar membusuk - Drench tanah di sekitar tanaman dengan Copper oksiklorida 2.5g
 
Musim berbunga dan panen
 
Berbunga dimulai setelah 6 bulan penanaman. Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan di pagi hari yaitu sebelum matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas, bunga melati menghasilkan panen terbanyak ketika pada saat panen pertama antara 1-2 minggu. setelah sudah di petik habis produksi bunga akan menurun dan akan Berbunga kembali dimulai pada bulan Maret-April
 
Hasil komersial diperoleh setelah enam bulan penanaman. Hasil tergantung pada praktek-praktek budaya yang diikuti oleh pembudidaya tersebut. Selama tahun pertama, 750 kg bunga bisa diperoleh, dan meningkat ke 2000 kg di tahun kedua, 2500 kg di tahun ketiga dan 3500 kg per acre dari tahun keempat dan seterusnya dan Harga jual tanaman bervariasi dariRp.20 ribu sampai 70 ribu per kg, tergantung pada musim, dan harga rata-rata bunga melati yaitu Rp.25 ribu per kg

Belajar Bersama Budidaya Tanaman Padi Sawah

Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga di dunia dan juga salah satu konsumen beras terbesar di dunia. Daerah beras negara berkembang dari 11,4 juta ha di 1995-13200000 ha pada tahun 2010, yang mewakili 24% dari luas pertanian keseluruhan. Hasil padi meningkat sedikit dari 4,3 t / ha pada tahun 1995 dan menjadi 5 ton / ha pada tahun 2010,
budidaya padi membutuhkan curah hujan yang cukup dan biasanya para petani membudidayakan padi pada bulan november-december
Indonesia telah mengembangkan kader peneliti mampu melakukan penelitian beras dan berkolaborasi dengan rekan-rekan di negara-negara lain. Pusat Indonesian Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), sebelumnya Balai Penelitian Padi (RIR), terletak di Sukamandi, Jawa Barat, adalah lembaga utama melakukan penelitian padi biofisik.

Beberapa uji coba dan penilaian pada beras juga dilakukan oleh lembaga regional dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di tingkat provinsi. Pusat Penelitian Agro-Sosial Ekonomi (Caser), yang terletak di Bogor, memiliki tradisi panjang melakukan penelitian sosial ekonomi pada beras dan sektor pertanian yang luas

Bersama-sama dengan semua lembaga terkait, pemerintah harus mengerahkan segala upaya untuk mengembangkan varietas padi yang lebih tinggi-unggul, tahan penyakit, dan toleran kekeringan dan tanah toksisitas; dan melanjutkan pengembangan ditingkatkan strategi pengelolaan hara dengan begitu maka produksi padi di indonesi bisa terus meningkat dengan mengetahui cara-cara pengolahany sebagai berikut:

Syarat Tumbuh

Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak mengandung air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500-2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C. Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0-1500 m dpl.

Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jumlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18-22 cm dengan pH antara 4-7

Tahapan Pengolahan Tanah Sawah Pada Dasarnya Dengan Melakukan Pengererjaan Sebagai Berikut :

Perbaikan,Pematang/Galengan dan Saluran

Sebelum proses pengerjaan tanah dimulai, Pematang/Galengan harus dibersihkan dari rerumputan, diperbaiki, dan dibuat cukup tinggi. Fungsi utama untuk menahan air selama pengolahan tanah agar tidak mengalir keluar petakan, sebab dalam pengerjaan tanah air tidak boleh mengalir keluar. Fungsi selanjutnya berkaitan erat dengan pengaturan kebutuhan air selama ada tanaman padi.

Saluran atau parit diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Kegiatan ini bertujuan agar dapat memperlancar arus air serta menekan jumlah biji gulma yang terbawa masuk ke dalam petakan. Sisa jerami dan sisa tanaman pada bidang olah dibersihkan sebelum tanah diolah

Pencangkulan

Setelah dilakukan perbaikan Pematang/Galengan dan Saluran, tahap berikutnya adalah pencangkulan. Sudut–sudut petakan dicangkul untuk memperlancar pekerjaan bajak atau traktor. Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan saat pengolahan tanah

Pembajakan dan Penggaruan

Kedua kegiatan tersebut bertujuan agar tanah sawah melumpur dan siap ditanam padi

Pembajakan

Airi petakan sawah seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebihdahulu dibuat alur ditepi dan ditengah petakan sawah agar air cepat membasahi saluran petakan. Kedalaman dalam pembajakan + 15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalikan dan hancur.Adapun manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut :

Pemberantasan gulma, sebab dengan pembajakan tumbuhan dan biji gulma akan terbenam
Menambah unsur organik, karena pupuk hijau yang berasal dari rumput akan terbenam dan tercampur dengan tanah
Mengurangi pertumbuhan hama penyakit

Setelah dibajak tanah segera harus digenangi, untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan menghindari hilangnya nitrogen juga melunakan bongkahan tanah yang disebabkan pembajakan. Penggenangan dilakukan selama kira-kira seminggu

Penggaruan

Sebelum penggaruan dimulai, terlebihdahulu air didalam petakan dibuang, ditinggalkan sedikit untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Selama penggaruan, saluran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan.Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan penggaruan yang berulang-ulang :
  1. Peresapan air ke bawah dikurangi
  2. Tanah menjadi rata
  3. Penanaman bibit menjadi mudah
  4. Rumput-rumput yang ada akan terbenam
  5. Setelah penggaruan pertama, sawah digenangi lagi selama 7-10 hari.
Secara Umum Pengolahan Tanah Meliputi 3 Fase
  1. Penggenangan tanah sawah sampai tanah suah tidak bisa lagi menyerap air.
  2. Membajak sebagai awal pemecahan bongkah dan membalik tanah.
  3. Menggaru untuk menghancurkan dan melumpurkan tanah.
Untuk 3 fase pengolahan tanah tersebut menggunakan 1/3 kebutuhan air dari total kebutuhan air selama pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah dengan cara basah yaitu tanah sawah dibajak dalam keadaan basah dan digaru memanjang dan menyilang sampai tanah melumpur dengan baik. Pengolahan tanah paling lambat 15 hari sebelum pemindahan bibit

Ciri-ciri Tanah Telah Selesai Diolah dan Siap Untuk Ditanami
  1. Tanah terolah sampai berlumpur
  2. Air tidak lagi banyak merembes ke dalam tanah
  3. Permukaan tanah rata
  4. Pupuk tercampur rata
  5. Bersih dari sisa gulma dan tanaman
Benih Padi

Benih dan varietas unggul padi sawah merupakan galur hasil  pemuliaan yang mempunyai salah satu atau lebih keunggulan khusus seperti potensi hasil  tinggi, perkembangan suatu usaha pertanian, diantaranya pertumbuhan tanaman menjadi seragam sehingga  panen menjadi  serempak, mutu  hasil  lebih tinggi dan sesuai dengan selera  konsumen, dan tanaman akan mempunyai ketahanan yang  tinggi terhadap gangguan  hama  dan penyakit  dan  beradaptasi yang  tinggi terhadap lingkungan sehingga dapat memperkecil penggunaan input seperti pupuk dan pestisida
Pilihlah benih padi dengan kualitas bibit unggul
Areal untuk bibit padi memiliki luas 1/20 dari total sawah yang akan ditanami padi. Jika anda  
memiliki tanah seluas 2 Ha maka anda harus menyiapkan lahan 1/ 20 x 2Ha = 1000m2  
Tebar benih dengan jumlah 75gram benih untuk setiap 1m 
Benih tumbuh dengan tepat dan serempak
Bila disemaikan, mampu menghasilkan bibit yang tegar dan sehat
Ketika ditanam, bibit dapat tumbuh lebih cepat
Pertanaman lebih serempak dan populasi tanaman optimum, sehingga mendapatkan hasil yang tingi
Agar benih dapat tumbuh dengan baik maka anda harus menghaluskan tanah tersebut dan 
Membuat bedengan – bedengan dengan jarak 30 cm antar bedengan
Cara mengolah Tanah Untuk Budidaya Tanaman Padi Sawah

Pembersihan

Bersihkan tanah dari segala gulma, rumput atau tanaman liar lain. selama pada umur 2-3 minggu padi perlu di bersihkan dari gulma karena bila tidak di bersihkan maka tanaman padi akan menjadi buncit dan tidak bisa tumbuh dengan baik/sempurna

Pencangkulan

Genangi air agar lebih lunak kemudian baru dicangkul. Selain di cangkul, anda juga harus menata lokasi tanam dengancara memperbaiki pematang sawah serta memperbaiki perairan sawah.

Pembajakan

Pembajakan bermanfaat untuk mengurai tanah serta membuat tanaman – tanaman liar, rumput atau kompos cepat terurai. Kedalaman tanah yang dibajak usahakan 10-20 cm. Setelah itu diamkan selama 5-7 hari dengan cara menggenangi air agar proses pembajakan berlangsung lebih cepat.

Penanaman Bibit

Bibit padi, sebelum anda menanam maka anda perlu mengambil bibit padi yang telah anda tanam sebelumnya. Bibit padi yang dapat disemai biasanya berumur 25 – 30 hari tergantung jenis padi, jumlah batang mencapai 7 batang dengan tinggi 25 cm. Selanjutnya anda bisa menanamnya dengan jarak antar tanaman 20 cm x 20 cm tanjapkan bibit padi dengan kedalaman 3 cm,proses menanamnya dari depan dan mundur kebelakang sampai satu kotak lahan sawah selesai di tanam kemudian di lahan kotak yang satunya lagi dilakukan sama seperti penanaman sebelumnya

Perairan

Perairan merupakan salah satu dari hal yang sangat penting dalam budidaya tanaman padi, sehingga harus diperhatikan penerapanya. Adapun cara dalam mengairi tanaman padi yang perlu anda atur dengan pola sebagai berikut :
  1. Padi umur 1 minggu kedalaman air sekitar 5-7 cm
  2. Padi umur 2-6 minggu kedalaman air sekitar 10-20 cm
  3. Pada saat padi sudah mulai berbuah dengan munculnya calon bulir padi, kedalaman air sebaiknya dikurangi 10 hari sebelum panen, air dikeringkan secara total
Penyiangan

Penyiangan perlu anda lakukan untuk menghindari adanya rerumputan atau tanaman gulma yang mengganggu pertumbuhan padi. Agar pertumbuhan padi tidak terhambat, usahakan melakukan penyiangan secara rutin setiap sebulan sekali

Penyemprotan

Penyemprotan dilakukan saat umur 15, 21, 30 hari setelah tanam dan pada saat primordia. Primordia ini berkisar pada umur 42 sampai 45 hari setelah tanam. Tanda-tanda primordial adalah dimana tanaman padi sudah tidak meninggi lagi atau sudah mecapai batas pertumbuhan menuju masa generative menjelang proses pengisian butir beras.Dan larutan yang digunakan adalah 0,5 sampai 0,8%; yaitu: 5 ml/liter air sampai 8 ml/liter air. Arahkan penyemprotan pada daun, pucuk dan batang pada umur 15, 21 dan 30 hari setelah tanam. Sedangkan pada masa primordia arahkan penyemprotan pada kutikula, yaitu titik bakal tumbuh bunga yang ada diujung tumbuh

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama putih (Nymphula depunctalis)

Gejala : Menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.

Pengendalian : Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun. Menggunakan BVR atau Pestona.

Padi Thrips (Thrips oryzae)

Gejala : Daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.

Pengendalian: BVR atau Pestona

Wereng

Penyerang batang padi : Wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), Wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Wereng penyerang daun padi : Wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus

Gejala : Tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.

Pengendalian : Bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah. Penyemprotan BVR

Walang sangit (Leptocoriza acuta)
Menyerang buah padi yang masak susu

Gejala : Buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak, pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.

Pengendalian : Bertanam serempak, peningkatankebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba. Penyemprotan BVR atau Pestona.

Pemupukan

Untuk Tanaman Padi, Pupuk Yang Digunakan Antara Lain :

Pupuk alam, sebagai pupuk dasar yang diberikan 7-10 hari sebelum tanam. Dapat digunakan pupuk alam misalnya ; pupuk hijau, pupuk kandang dan kompos. Banyaknya kira-kira 10 ton per hektar.Pupuk buatan, diberikan sesudh tanam, misalnya : ZA/Urea, DS/TS dan ZK 

Adapun manfaat pupuk-pupuk tersebut sebagai berikut :

ZA/Urea
Menyuburkan tanah
Mempercepat tumbuhnya anakanMempercepat tumbuhnya tanaman
Menambah besarnya gabah

DS/TS
Mempercepat tumbuhnya tanaman
Merangsang pembungaan dan pembentukan buah
Mempercepat panen

ZK
Memberikan ketahanan terhadap hama/penyakit
Mempercepat pembuatan zat pati

Cara Pemakain Pupuk Bagi Tanaman Padi Sawah Dapat Dilakukan sebagai berikut :

Pemupukan sebaiknya dilakukan 2 kali
Pemupukan pertama pada umur 3-4 minggu setelah penyiangan
Pemupukan kedua pada umur 6-8 minggu setelah penyiangan

Takaran Pemberian Pupuk
  1. 100 kg ZA atau 50 kg/ha
  2. 100 kg DS atau 75 kg/ha
Umur Panen Padi

budidaya padi membutuhkan curah hujan yang cukup dan biasanya para petani membudidayakan padi pada bulan november-december
Pemanenan Padi Harus Dilakukan Pada Umur Panen Yang Memenuhi Persyaratan Sebagai Berikut :
Umur padi 90-100 hari

90 – 95 % gabah dari malai tampak kuning 
Malai berumur 30 – 35 hari setelah berbunga merata 
Kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan moisture tester
Cara Pemanen Padi dengan Sabit

Sabit merupakan alat panen manual untuk memotong padi secara cepat. Sabit terdiri 2 jenis yaitu sabit biasa dan sabit bergerigi. Sabit biasa/ bergerigi pada umumnya digunakan untuk memotong padi varietas unggul baru yang berpostur pendek seperti IR-64 dan Cisadane.

Penggunaan sabit bergerigi sangat dianjurkan karena dapat menekan kehilangan hasil sebesar 3 % (Damardjati et al, 1989; Nugraha et al, 1990). Spesifikasi sabit bergerigi yaitu:

Gagang terbuat dari kayu bulat diameter ± 2 cm dan panjang 15 cm.Mata pisau terbuat dari baja keras yang satu sisinya bergerigi antara 12 – 16 gerigi sepanjang 1 inci

Tempatkan mata sabit pada bagian batang bawah atau tengah atau atas tanaman (tergantung cara perontokannya) dan tarik arit/clurit tersebut dengan tangan kanan hingga jerami terputus.

Pemotongan padi dengan sabit dapat dilakukan dengan cara potong atas, potong tengah dan potong bawah tergantung cara perontokan. Pemotongan dengan cara potong bawah dilakukan bila perontokan dengan cara

digebuk-gebuk kepada bambu yang di buat panjang 80 cm dan tinggi 30-40cm pembentukanya seperti segitiga sama sisi. atau meng-gunakan alat mesin peret. cara pemotongan'nya padi dipotong pada bagian batang atas atau tengah lalu di masukankedalam mulut mesin peret/mesin padi ,Pegang rumpun padi yang akan dipotong dengan tangan kiri, kira-kira 1/3 bagian tinggi tanaman. Lakukan pemanenan secara serentak

Cara Budidaya Kelinci Yg Menguntungkan

Untuk memenuhi permintaan makanan untuk tumbuh populasi, kita harus mengetahui cara yang berbeda dari produksi pangan. Kelinci yang dikenal sebagai "Micro-Ternak" dapat menjadi sumber produksi pangan. Ada kesempatan besar pertanian kelinci, dan produksi komersial dapat menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja.
dalam budidaya kelinci manfaat yang diambil adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.
Kelinci membutuhkan tempat kecil untuk hidup dan lebih sedikit makanan untuk bertahan hidup. Daging kelinci mengandung rasio tinggi protein, energi, kalsium dan vitamin daripada jenis lain dari daging hewan. Jumlah kolesterol, lemak dan natrium juga kurang dari daging lainnya. Daging mereka sangat tersinggung, bergizi dan mudah dicerna bagi semua orang tua

Dan tidak ada tabu agama untuk mengkonsumsi daging kelinci. Kelinci tumbuh sangat cepat dan kelinci betina menghasilkan 2-8 anak-anak setiap kali. Mereka dapat mengkonsumsi sangat rendah kualitas makanan dan mengubah makanan ini untuk kualitas tinggi daging, kulit atau serat.

Budidaya kelinci bisa menjadi sumber penghasilan yang besar untuk pengangguran orang berpendidikan dan petani tanpa tanah. Jadi bisnis pertanian kelinci komersial dapat menjadi sumber besar untuk meetup makanan atau protein permintaan dan sumber lapangan kerja. Di sini kita menggambarkan keuntungan dari bisnis pertanian kelinci komersial dan langkah-langkah untuk memulai

Manfaat Pertanian Kelinci

Ada banyak manfaat dari bisnis pertanian kelinci komersial. Manfaat utama dari bisnis pertanian kelinci tercantum di bawah ini.
  1. Hewan kelinci sangat cepat tumbuh
  2. Makanan tingkat konversi mereka lebih baik daripada hewan lain
  3. Satu kelinci betina bisa melahirkan sekitar 2-8 anak-anak setiap kali melahirkan
  4. Kelinci dapat di pelihara dalam ruang yang singkat
  5. Biaya produksi lebih murah, dibandingkan dengan hewan berukuran besar lainnya
  6. Daging kelinci sangat lezat, bergizi dan mudah dicerna.dan semua orang dari yang anak-anang hingga orang dewasa bisa memakan tanpa masalah sedikitpun
  7. Tidak adakata haram,dan juga larangan agama untuk memakan daging kelinci
  8. Dalam hal produksi daging, kelinci ditempatkan setelah unggas
Limbah dapur, rumput, daun tanaman dll makanan favorit kelinci. Sehingga Anda dapat meningkatkan beberapa kelinci untuk kebutuhan keluarga Anda, menggunakan jenis biaya rendah dan komoditas mudah tersedia.

Pertanian kelinci membutuhkan tenaga kerja lebih sedikit dibandingkan dengan bisnis peternakan lain. Anda dapat dengan mudah menggunakan tenaga kerja keluarga anda untuk bisnis pertanian kelinci komersial yang sukses

Bisnis pertanian kelinci komersial membutuhkan relatif modal dan Anda akan mendapatkan kembali investasi Anda dalam waktu yang sangat singkat

Karena ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan, sehingga produksi komersial dapat menjadi sumber besar pendapatan dan lapangan kerja.Anda dapat menetentukan tuntutan gizi keluarga Anda melalui peningkatan sejumlah beberapa daging kelinc

Orang biasanya mengenal kelinci sebagai hewan peliharaan. Tapi membesarkan mereka secara komersial, bisa menjadi sumber penghasilan dan cara cerdas kerja usaha di rumah.sebab permintaan daging kelinci pertahun sangat meningkat dengan cepat di seluruh dunia.

Meskipun tingkat konsumsi daging kelinci tidak setinggi daging unggas, kambing atau sapi ternak kelinci tetap menjanjikan keuntungan’nya. Karena kelinci adalah hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi dan cepat berkembang biak Jadi bisnis pertanian kelinci memiliki kesempatan besar untuk di coba

Bagaimana Memulai Bisnis Kelinci Pertanian?

Kelinci adalah hewan berukuran kecil. Sehingga sangat mudah untuk memulai bisnis pertanian kelinci komersial. Membuat rencana bisnis yang tepat sebelum memulai. Di sini kita menggambarkan langkah-langkah yang paling penting dari memulai bisnis pertanian kelinci komersial

Kelinci Breeds

Ada banyak ras kelinci yang tersedia di seluruh dunia. Di antara mereka keturunan Gelap Gray (internal), Fox, Belanda, Selandia Baru Putih, Selandia Baru Black, Selandia Baru Red, Belgia Putih dan Chinchilla dll keturunan sangat produktif dan populer. Anda dapat memilih jenis yang tepat untuk produksi Anda, tergantung pada ketersediaan keturunan di daerah Anda

Budidaya Kelinci Metode Pertanian 

Anda dapat mulai budidaya kelinci di kedua penerapan metode kandang dan pertanian kandang metode dalam. Di sini kita akan menggambarkan tentang dua jenis menaikkan metode

Metode Litter mendalam: Metode ini cocok, jika Anda ingin meningkatkan sejumlah beberapa kelinci. Lantai beton lebih cocok untuk sistem sampah yang mendalam. Membuat kedalaman 4 sampai 5 inci sampah kulit, jerami, atau serutan kayu.

Dalam metode ini, Anda dapat meningkatkan maksimum 30 kelinci di rumah. Jauhkan kelinci jantan di ruang yang terpisah dari betina. Dalam sistem litter dalam, risiko penyakit yang tinggi. Dan kadang-kadang, hal itu mungkin tampak sangat sulit untuk mengelola kelinci dalam sistem ini.

Metode Cage: Untuk bisnis pertanian kelinci komersial, metode kandang ini adalah yang terbaik. Dalam sistem ini kelinci disimpan di kandang, yang dibuat dengan kawat atau plat besi. Sistem pembuatan kandang sangat berguna untuk meningkatkan jumlah maksimum kelinci.

Jauhkan ruang yang cukup dan fasilitas yang diperlukan, di dalam setiap kandang. Jauhkan laki-laki dan perempuan kelinci terpisah satu sama lain. Menjaga mereka bersama-sama di kandang terpisah selama periode pengembangbiakan.

Pencegahan Penyakit

Penyakit kelinci yang sering timbul adalah kudis (scabies), mencret dan perut kembung. Untuk kudis anda bisa mengobatinya dengan vormectin yang bisa kita beli di poultry shoup terdekat. Mencret disebabkan pola makan yang salah atau makanan yang diberikan sudah basi hijauan banyak mengandung air sedikit serat.

Untuk penyakit perut kembung bisa dicegah dengan tidak memberikan pakan yang masih basah atau kandungan airnya cukup tinggi. Cara mengobatinya adalah dengan pemberian obat sulfa seperti norit atau minyak adas.

Pemberian Makanan

Pakan mengkonsumsi tingkat dan kebutuhan zat gizi bervariasi, tergantung pada kelinci usia dan jenis berkembang biak. Untuk nutrisi yang tepat dari kelinci dewasa, makanan mereka harus mengandung 17 sampai 18 persen protein kasar, serat 14 persen, 7 persen mineral dan 2.700 kilo kalori / kg energi metabolik. Sayuran berdaun hijau, sayuran musiman, bayam, wortel, muller, mentimun, rumput hijau dan limbah sayuran makanan umum kelinci.

Untuk tujuan komersial, Anda dapat melayani mereka dengan pakan unggas. Sesuai dengan menyediakan pakan bergizi, memasok pakan dengan jumlah yang cukup air bersih dan segar sesuai dengan permintaan kelinci.

Pembiakan 

Biasanya kelinci menjadi dewasa dan cocok untuk berkembang biak usia yang terbaik untuk mengawinkan kelinci adalah menunggu sampai kelinci betina berusia 5-6 bulan. dan jantan telah berusia diatas 4-5 bulan. hal ini baik dilakukan karena pada usia tersebut kelinci telah mencapai usia kematangan seksual yang bagus.

Untuk mengawinkan kelinci, anda harus memasukkan kelinci betina ke kandang kelinci jantan. jika anda mencoba memasukkan kelinci jantan ke kandang kelinci betina, maka kelinci betina akan menjadi agresif dan akan menolak kelinci jantan itu sebagai pasangannya

Kelinci jantan akan mengejar-ngejar kelinci betina mengelilingi kandangnya, kelinci jantan akan meciumi bagian ekor kelinci betina. ketika kelinci betina sudah siap kawin maka dia akan berposisi menungging dan akan menaikkan ekornya.Dalam melakukan hal ini akan memastikan,keturunan kelinci muda berkualitas untuk produksi komersial.

Dalam penerapa pengembang biakan pastikan Selalu mencoba untuk menggunakan bibit kelinci yang sehat dengan berat badan yang tepat untuk pembibitan.Masa kehamilan kelinci adalah sekitar 28 sampai 31 hari. Dan setiap 1 bibit bisa melahirkan 2 sampai 8 anak-anak kelinci yang imut.

Pemasaran

Di beberapa daerah, pemasaran produk kelinci tidak begitu mudah. Jadi akan lebih baik, jika Anda menentukan rencana pemasaran Anda sebelum memulai. Anda dapat mencoba pasar lokal atau kota terdekat

Melalui perawatan yang tepat dan manajemen, Anda dapat membuat keuntungan maksimum membentuk bisnis pertanian kelinci anda. Selalu mencoba untuk merawat hewan Anda. Memberi mereka kualitas makanan bergizi, menjaga rumah mereka bersih dan membeli keturunan yang sehat untuk memulai. Dengan demikian Anda dapat membuat bisnis pertanian kelinci Anda sangat menguntungkan. Semoga Tuhan memberkatimu!Amiinn….^_^

Budidaya Lidah Buaya Menggunakan Pot

Lidah buaya sering dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik karena mampu memberikan efek melembabkan dan menyembuhkan kulit yang kering atau kusam. Daging lidah buaya juga telah dipercaya selama turun temurun oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan yang baik untuk merawat rambut. Selain itu, lidah buaya juga sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan seperti pembuatan jelly atau sirup karena tumbuhan ini dipercaya baik untuk pencernaan tubuh manusia dan berikut kami berikan cara-cara budidaya lidah buaya dalam pot

Persiapan Pot

Sebelum melakukan budidaya tanaman lidah buaya Hal pertama yang harus kalian lakukan yaitu ;persiapan pot untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan tanaman yang subur gunakan ukuran pot minimal 20-30 cm, dalam 1 pot sebaiknya jangan dilakukan kombinasi tanaman terutama dengan bunga pacar, bakung dan anggrek, sebab tanaman ini membutuhkan banyak air dalam perkembangannya

Media Tanam

Lidah buaya dapat dibudidayakan pada setiap tanah namun untuk dapat memperoleh hasil yang bagus Gunakan media tanah yang gembur,lahan kering,tanah liat berpasir di campur secara merata kemudian masukkan dalam pot dan tambahkan kompos kelubang tanam sekitar 1-2 kg per lubang


pemilihan bibibit adalah faktor penentu uuntuk hasil yang baikBibit Lidah Buaya

Lidah buaya pada umumnya dapat di peroleh dengan menumbuhkan tunas-tunas yang tumbuh untuk nantinya di jadikan bibit cara mengambilnya cukup dengan menggali dengan hati-hati tanpa merusak tanaman induk. Cara kedua juga dapat diperbanyak melalui stek rimpang dengan menggali keluar rimpang setelah panen tanaman dan membuat ukuran mereka menjadi 5-6 cm dan panjang stek 2-3 cm. Kemudian setelah mereka berakar di tempat di wadah yang sudah disiapkan tadi

Cara Penanaman Lidah Buaya Dalam Pot

Tanaman siap tanam setelah tunas-tunas sudah berumur 1-2 minggu pertama. Proses budidaya Aloe Vera melibatkan proses berikut: ambil bibit yang sudah di persiapkan sebelumnya kemudian Bibit lidah buaya ditanam dalam lubang dengan kedalaman minimal 10 cm. Pada saat penamanan perlu di perhatikan dan hati-hati agar tanaman lidah buaya tidak berhimpitan dan dagingnya tidak patah

Kebutuhan lidah buaya tergolong sangat tinggi untuk sekala domestik,Budidaya lidah buaya tidak harus dengan lahan yang luas pake media pot juga bisa menghasilkanPerawatan dan Pemeliharaan Lidah Buaya

Untuk pemula dalam merawat tanaman lidah buaya di dalam pot ini bisa di katakan( sangat mudah sekali perawatannya )

Pemeliharaan tanaman lidah buaya adalah dengan melakukan penyiangan,bila ada tanaman yang layu atau mati segeralah lakukan penyiangan dengan bibit yang sudah di persiapkan sebelumnya kemudian penyiraman tanaman lidah buaya dilakukan cukup 2x sehari penyiraman sebaiknya di lakukan pada waktu pagi dan sore hari.tahap pemberian pupuk.anda tinggal memberi pupuk seperti urea,pupuk NPK.Pemupukan cukup di berikan 3 bulan sekali, dengan ditabur dan di benam disekeliling tanaman Dan untuk mencegah hama anda bisa menggunakan furadan dengan cara di taburkan pada sekitar tanaman

Panen

Tanaman dalam waktu satu tahun akan menghasilkan bunga yang cerah berwarna kuning. Dan mempunyai panjang daging daun 50-75 cm dengan berat 0, 5 kg -1 kg Tanaman dapat dipanen 4 kali setahun. Pada tingkat 3 daun dipotong dari setiap tanaman, sekitar 12 daun panen per tanaman per tahun. Pada rata-rata, hasil yang di dapat per tahun adalah sekitar 60.000 kg.dalam penerapan budidaya kurang lebihnyanya 300-400 pot

Pasca panen,daun pelepah lidah buaya di bawa ke tempat penyortiran. Setelah di sortir kemudian dibungkus dan selanjutnya dibawa ke tempat pemerosesan lebih lanjut.Kegunaan tanaman ini bisa untuk bahan shampo, minuman, obat cacing, luka bakar, bisul, luka bernanah, amandel, sakit mata, keseleo, kosmetik, jerawat, pencahar, sakit perut, diabetes, memar

Cara Budidaya Bawang Putih Step By Step

Bawang puting merupakan bahan pangan yang banyak di butuhkan oleh orang-orang di seluruh dunia,terutama dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap olahan makanan,untuk membudidayakan bawang putih sebenarnya tidak terlalu sulit cara pengolahanya hampir sama seperti bawang merah.bagi kalian yang ingin membudidayaka bawang merah bisa baca di belajar cara budidaya bawang merah.Mengetahui kapan harus menanam bawang putih penting untuk membantu Anda mendapatkan hasil panen terbaik. Bawang putih biar menghasilkan hasil panen terbaik sebaiknya ditanam antara bulan November dan April berikut penjelasan detaillnya cara menanam bawang putih

Pembibitan

Keberhasilan dalam usaha tani bawang putih sangat ditunjang oleh faktor bibit ,biar produksi menghasilkan kualitas terbaik tergantung dari mutu bibit yang digunakan. Umbi yang digunakan sebagai bibit harus bermutu tinggi, yang di maksut mutu tinggi yaitu tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat, serta bebas dari hama dan patogen.

Persyaratan Benih

Bibit/benih bawang putih yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Bebas hama dan penyakit
  2. Pangkal batang berisi penuh dan keras
  3. Siung besar
  4. Besar siung untuk bibit 1,5 sampai 3 gram
  5. Benih bawang putih berasal dari pembiakan generatif dengan umbinya
Penyiapan Benih 

Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri.dan tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali. Dengan kultur jaringan dapat diperoleh perbanyakan mikro/produksi tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat

Umbi bawang putih dapat diperoleh di took-toko penjual bibit. Atau umbi bibit juga dapat diperoleh dari hasil panen sebelumnya yang telah dipersiapkan untuk di jadikan bibit Penyimpanan bibit pada umumnya dilakukan oleh petani di para-para dan digantung dengan cara pengasapan yang di bawahnya ada pawon(tunku). Cara ini yang biasa di pake oleh petani karena praktis. tetapi merubah warna umbi bibit menjadi kecoklat-coklatan dan memiliki penampilan yang kurang menarik

Cara penyimpanan umbi bibit ini terdiri dari penyimpanan alami, penyimpanan di ruangan berventilasi dan penyimpanan pada suhu dingin.Untuk bibit, umbi tersebut disimpan dahulu selama 3 bulan, setelah itu, kulit pembalut umbi bawang putih dikupas, lalu siungnya dipotong, jika nampak titik berwarna hijau maka bibit siap tanam

Pengolahan Lahan

Penanaman bawang putih yang kami bahas ini akan dilakukan di daerah persawahan yaitu setelah panen padi. Pengolahan lahan bertujuan menyiapkan kondisi tanah sesuai dengan yang diinginkan. Seperti pada penanaman lainya pengolahan tanah meliputi kegiatan penggemburan (dicangkul/dibajak), pembuatan bedengan dengan saluran air, pengapuran (untuk tanah asam) dan pemberian pupuk dasar. Dan tanah yang asam sebaiknya dinetralkan sebulan sebelum tanam. Bila pH’nya kurang dari 6, dosis kapurnya sekitar 1-2 ton/hektar

Jumlah bibit yang diperlukan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:pola tanam,jarak tanam,permukaan lahan dan ukuran umbi bibit.Persiapan untuk umbi bibit bawang putih meliputi jarak, apabila jarak tanam 20 x 20 cm jumlah bibit yang di butuhkan yaitu:
200.000-250.000 siung/200 kg siung
Jarak tanam 20 x 15 cm jumlah kebutuhan bibit antara
240.000-300.000 siung/sekitar 240 kg siung
Dan untuk jarak tanam 20 x 10 cm jumlah kebutuhan bibitnya adalah antara 400.000-500.000 siung/sekitar 400 kg siung. Jumlah bibit akan menentukan volume produksi
Pembukaan Lahan

Lahan yang akan ditanami apabila bekas panen pada sawah masih ada maka perlu dibersihkan. tanah harus dibajak/dicangkul hingga benar-benar gembur. Setelah itu lahan dibiarkan selama kurang lebih 1 minggu sampai bongkahan tanah tersebut menjadi kering, selanjutnya bongkahan tanah tersebut dihancurkan dan diratakan kemudian dibiarkan beberapa hari, lakukan lagi pembajakan untuk yang kedua kalinya. Dengan cara seperti ini bongkahan tanah akan hancur lebih halus lagi

Pembuatan Bedengan

Pembuatan bedengan dilakukan dengan menggali tanah untuk saluran air, lebar dan dalam 40 cm. Tanah galian tersebut diletakkan di samping kiri dan kanan saluran.dan lebar bedengan buat 80 cm dengan panjang 300 cm atau sesuai dengan lahan masing-masing dan tinggi 40 cm. Tinggi bedengan dibuat berdasarkan keadaan tanah lokasi. Kalau tanahnya agak berat, bedengan perlu sedikit ditinggikan. Apabila tanahnya berpasir, bedengan tidak perlu terlalu tinggi

Pengapuran

Keasaman tanah yang ideal untuk budidaya bawang putih mempunyai pH 6-6,8. Jika keasaman tanah masih normal, pH nya berkisar 5,5-7,5, belum merupakan masalah. Yang menjadi masalah adalah apabila keasaman tinggi, pH nya rendah. Untuk menurunkan tingkat keasaman tanah, menaikkan pH, perlu dilakukan pengapuran

Waktu pemberian kapur yang baik yaitu pada saat akhir musim kemarau menjelang musim hujan. Pemberian kapur ke dalam tanah dilakukan 2-4 minggu sebelum tanaman ditanam. Selain itu, faktor cuaca juga perlu diperhatikan pada saat pemberian kapur

Lahan yang akan dikapur harus dibersihkan dari gulma,rumput pengganggu. Setelah bersih, tanah dicangkul secara keseluruhan. Apabila lahan cukup luas, sebaiknya dibagi menjadi beberapa petak untuk mempermudah pemberian kapur dan agar kapur yang diberikan merata ke seluruh lahan. Pemberian kapur dilakukan dengan cara ditabur, seperti memupuk padi. Setelah ditaburi kapur secara merata, tanah dicangkul lagi agar kapur bercampur dengan tanah. Selanjutnya, tanah dibiarkan selama 2-3 minggu,lalu diolah lagi untuk ditanami. Pengapuran dilakukan secara bertahap agar kondisi lahan tidak rusak. Adapun kebutuhan Dolomit untuk menetralkan tanah adalah sebagai berikut:
  1. pH tanah 4,0 = 10,24 ton/hektar
  2. pH tanah 4,5 = 7,87 ton/hektar
  3. pH tanah 5,0 = 5,49 ton/hektar
  4. pH tanah 5,5 = 3,12 ton/hektar
  5. pH tanah 6,0 = 0,75 ton/hektar
Pemberian Pupuk Dasar .Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang, Urea, TSP dan ZK. Pupuk kandang di berikan sebanyak 20 ton /hektar. Pemberian pupuk dasar tidak perlu terlalu dalam, cukup disebar di atas bedengan kemudian dicampur dengan tanah atau dibenamkan ke dalam larikan yang dibuat disamping barisan tanaman

Pemberian Jerami Sebagai Mulsa

Untuk mempertahankan kondisi tanah setelah penanaman, bedengan ditutup dengan jerami secara merata. Penutupan dengan jerami di berikan jangan terlalu tebal, karena dapat mempersulit bibit yang baru tumbuh untuk menembus keluar. Pemberian Jerami selain untuk mempertahankan kondisi tanah, juga dapat untuk mempertahankan suhu,kelembaban permukaan dan memperbaiki struktur tanah

Penentuan Pola Tanam

Penanaman bawang putih dapat dilakukan satu atau dua kali setahun dengan mengadakan penyesuaian varietas. Pola tanam bawang putih dalam setahun dapat dirotasikan sebagai berikut:
Bawang putih - sayuran - bawang puti  
Bawang putih - sayuran tumpang sari palawija - bawang putih  
Bawang putih - tumpang sari palawija atau sayuran 
Penggunaan jarak tanam yang sesuai dapat meningkatkan hasil umbi per hektar. Jarak tanam yang terlalu rapat akan menghasilkan umbi yang kecil walaupun hasil per satuan luas meningkat. Jarak tanam yang digunakan dapat bervariasi menurut kebutuhan yang paling menguntungkan, tetapi yang biasa digunakan adalah (15 x 10) cm

Pembuatan Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan tugal atau alat lain. Kedalaman lubang untuk penanaman bawang putih adalah 3-4 cm (setinggi ukuran siung bibit). Setelah lubang tanam terbentuk, umbi bibit siap ditanam.

Pembibitan

Kualitas bibit merupakan faktor penentu hasil tanaman. Tanaman yang dipergunakan sebagai bibit harus cukup tua. Yaitu berkisar antara 70-80 hari setelah tanam. Bibit kualitas baik adalah berukuran sedang, sehat, keras dan permukaan kulit luarnya licin/ mengkilap. Cara penyimpanan yang baik dan biasa dilakukan oleh petani adalah dengan menyimpan diatas para-para dapur atau disimpan di gudang

Cara Penanaman

Sehari sebelum ditanam, bibit bawang putih yang masih berupa umbi dipipil/dipecah satu per satu sehingga menjadi beberapa siung. Agar lebih mudah memecahkan umbi dan menghindari terkelupasnya kulit siung, sebaiknya umbi dijemur selama beberapa jam. Bibit siung tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam di atas bedengan. Lubang tanam jangan dibuat terlalu dalam supaya bibit tidak terbenam seluruhnya.

Jika bibit terlalu dalam ditanam atau terbenam seluruhnya ke dalam tanah, tunas barunya akan sukar tumbuh dan dapat terjadi pembusukan bibit. Sebaliknya, lubang tanam juga jangan dibuat terlalu dangkal karena nantinya tanaman akan mudah rebah. Setiap lubang ditanam satu bibit dan diusahakan agar 2/3 bagian yang terbenam ke dalam tanah dengan posisi tegak lurus. Posisi siung jangan sampai terbalik, sebab walau masih dapat rumbuh, tetapi pertumbuhannya tidak sempurna

Pemeliharaan Tanaman

Penjarangan dan Penyulaman

Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dalam suatu lahan ada tanaman yang tidak tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh lalu mati, dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna. Jika keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang dikehendaki tidak tercapai

Oleh sebab itu, untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam, seminggu setelah tanam dilakukan penyulaman terhadap bibit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya untuk penyualaman dipersiapkan bibit yang ditanam di sekitar tanaman pokok atau disiapkan di tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini dilakukan bersamaan dengan penanaman tanaman pokok

Penyiangan

Pada penanaman bawang putih, penyiangan dan penggemburan dapat dilakukan dua kali atau lebih. Hal ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan selama satu musim tanam. Penyiangan dan penggemburan yang pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 3-2 minggu setelah tanam

Adapun penyiangan berikutnya dilaksanakan pada umur 4-5 minggu setelah tanam. Apabila gulma masih leluasa tumbuh, perlu disiang lagi. Pada saat umbi mulai terbentuk, penyiangan dan penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi baru

Pembubunan

Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan/ parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri kuat dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih besar-besar

Ciri dan Umur Panen

Bawang putih yang akan dipanen harus mencapai cukup umur. Tergantung pada varietas dan daerah, umur panen biasanya setelah mencapai 90 120 hari. Ciri bawang putih yang siap panen adalah sekitar 50% daun telah menguning/kering dan tangkai batang keras

Cara Panen

Bawang putih didaratan rendah lebih pendek umur panenya biasanya 80 – 100 hari tergantung kesuburan tanaman dilokasi. Ciri tanaman bawang putih siap dipanen, daun tanaman 50% telah menguning atau kering dan tangkai batangnya sudah keras. Cara panen dapat dilakukan dengan pencabutan langsung pada tanah yang ringan dan pencukilan dilakukan pada tanah bertekstur keras. Hasil tanaman diikat sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dijemur selama 1 – 2 minggu

Periode Panen

Tanaman bawang putih dapat dipanen setelah berumur 95-125 hari untuk varietas lumbu hijau dan umur antara 85-100 hari untuk varietas lumbu kuning. Setelah pemanenan, lahan dapat ditanami kembali setelah dibiarkan selama beberapa minggu dan diolah terlebih dahulu atau dapat pula ditanami tanaman lainnya untuk melakukan rotasi tanaman.Setelah dipanen dilakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang bawang putih menjadi ikatan-ikatan kecil dan diletakkan di atas anyaman daun kelapa sambil dikeringkan untuk menjaga dari kerusakan dan supaya mutunya tetap terjaga

Penyortiran dan Penggolongan

Sortasi dilakukan untuk mengelompokkan umbi-umbi bawang putih menurut ukuran dan mutunya. Sebelum dilakukan penyortiran, umbi-umbi yang sudah kering dibersihkan. Akar dan daunnnya dipotong hingga hanya tersisa pangkal batang semu sepanjang ± 2 cm. Ukuran atau kriteria sortasi umbi bawang putih adalah :
  1. Keseragaman warna menurut jenis
  2. Ketuaan/umur umbi
  3. Tingkat kekeringan
  4. Kekompakan susunan siung.
  5. Bebas hama dan penyakit.f) bentuk umbi (bulat atau lonjong)
  6. Ukuran besar-kecilnya umbi
Penyimpanan

Dalam jumlah kecil, bawang putih biasanya disimpan dengan cara digantung dan di ikatan-ikat di atas para-para. Setiap ikatan beratnya 2 kg,Pengasapan merupakan cara pengawetan yang cukup baik. Billa bawang putih hasilnya dalam jumlah besar, bisa disimpan di dalam gudang. Gudang yang akan digunakan harus mempunyai ventilasi udara agar bisa terjaga kelembaban udara yang baik. Suhu ruangan yang diperlukan antara 25-30oC. Jika suhu ruangan terlalu tinggi, akan terjadi proses pertunasan yang cepat. Kelembaban ruangan yang baik adalah 60-70 prosen

Pengemasan dan Pengangkutan

Untuk memudahkan pengangkutan bawang putih dimasukkan ke dalam karung waring . Alat pengangkutan bisa gerobak, becak, sepeda atau kendaraan bermotor dan bawang putih hasil panen’nya siap di pasarkan.selamat mencoba semoga sukses^_^

Belajar Cara Budidaya Tanaman Seledri

Seledri termasuk salah satu jenis sayuran berdaun hijau dan rempah yang di gemari di masyarakat.yang pada dasarnya sering kita makan untuk campuran bahan sup dan berbagai makanan lainnya.Budidaya tanaman seledri dapat dikatakan cukup mudah juga tidak terlalu banyak perawatan, akan tetapi jika tanah yang mau buat budidaya kekurangan natrium, tanaman akan menjadi kerdil dan tidak memiliki nilai jual yang tinggi.jadi untuk menanam seledri diperlukan pupuk kandang sebanyak 20–30 ton/ha ditambah dengan N 300 kg, P 75 kg dan K 250 kg per hektar. untuk memulainya harus memperhatikan cara-caranya, Untuk mengawali budidaya seledri perlu memperhatikan 5 tahapan supaya bisa menghasilkan panen yang berlimpah di antaranya yaitu:
 
Pengolahan Lahan Budidaya Seledri
 
Belajar bagaimana cara menumbuhkan tanaman seledri di mulai dari persiapan lahan.Lahan yang ideal adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5. Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm biarkan selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari 6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2 ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3 minggu sebelum tanam. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak antar bedengan 50 cm. Bedengan diberi naungan berupa alang-alang atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m
 
Persemaian
 
Benih disemai pada bedengan di dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm, sebelum disemai, benih direndam dalam larutan Previcur N dengan konsentrasi 0,1 % selama 2 jam, kemudian tiriskan,dan dikeringkan. Setelah sudah mongering tahap selanjutnya Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab. Untuk menjaga kelembaban, persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh. Setelah bibit tumbuh dapat juga dipindahkan kedalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama
 
Penanaman
 
Setelah tanaman mencapai umur 40 hari atau telah berdaun 3-4 helai cabut bibit seledri yang sehat dengan akarnya. Potong sebagian akar, selanjutnya akar direndam kedalam larutan pestisida Benlate atau Derosol pada konsentrasi 50% sekitar 15 menit. Pindahkan bibit pada bedengan yang telah dipersiapkan sebelumnya,penanamandi lahan di anjurkan satu bibit per lobang , dengan Jarak yang memadai antara tanaman akan memungkinkan sirkulasi udara yang baik untuk menjaga tanaman sehat. Disarankan jarak adalah 20-30cm antara tanaman dan 60-80cm antara baris dan padatkan tanah disekitar batang. Siram bedengan sampai lembab
 
Pemeliharaan Tanaman
 
Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tidak terlalu becek atau kering
 
Jika ada tanaman yang mati lakukan penyulaman 7-15 hari setelah tanam. Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan gulma masih produktif dengan interval 7 hari satu kali pemberian. Dapat juga diberikan pupuk cair dengan dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam dengan interval 10 hari satu kali
 
Pengendalian hama Pengganggu Tumbuhan sledri
 
Hama utama yang sering menyerang tanaman seledri yaitu seperti: ulat tanah, keong, kutu daun tungau. Hama dapat dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan 
 
Penyakit yang sering menyerang tanaman bercak cercospora, bercak septoria, virus aster yellow. Pengendalian dilakukan mulai dari pesemaian hingga panen, Apabila serangan penyakit menghebat perlakuan secara kimia dapat di semprotkan pestisida, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.penyemprotan di berikan menurut petunjuk
 
Panen dan Pasca Panen
 
Seledri dapat dipanen setelah mencapai umur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas). Daun Saledri dipanen 4-8 hari sekali. Daun Seledri yang di potong ini akan tumbuh tunas kembali. Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang. Seledri umbi dipanen dengan memetik daun-daunnya dan dilakukan secara periodik sampai tanaman kurang produktif
 
Hasil panen Daun Seledri diseleksi dengan cara membuang tangkai Daun Seledri yang cacat atau terserang hama. Untuk membersihkan dari tanah dan residu pestisida, Daun Seledri dicuci dengan air bersih kemudian tiriskan di rak-rak. 
 
Sortasi perlu dilakukan terutama jika Daun Seledri akan dipasarkan di swalayan atau untuk eksport. Sortasi dilakukan berdasarkan ukuran dan jenis yang seragam dan sesuai dengan permintaan pasar.Seledri besar biasanya dipasok ke supermarket, hotel dan resto, sementara seledri kecil ke pasar tradisional.Dan harga seledri besar berkisar Rp 12.000-Rp 20.000 per kilogram (kg). Sedangkan seledri kecil Rp 3.000-Rp 9.000 per kg

Cara Budidaya Cacing Tanah Bagi Pemula

Cacing tanah pada umumnya adalah umpan hidup alami paling populer yang sering kita jumpai di alam,menambah satu segi lagi untuk kegiatan pakan perikanan pribadi,yang sebelumnya kami telah membahas cara budidaya cacing sutra.Hal ini juga dapat memastikan sebagai dibutuhkan pasokan konstan umpan berharga. walaupun cacing tanah di masyarakat di pandang sebelah mata dan menjijikan tetapi memiliki harga jual yang cukup tinggi cacing tanah yang di budidayakan memiliki standar Harga Rp.65.000/kg
 
Persiapan Tempat Budidaya Cacing Tanah
 
Sebelum Anda membeli cacing tanah,sebaiknya menyiapkan ruang untuk hidup mereka. Cacing dapat langsung dibudidayakan di dalam berbagai wadah, seperti bak besar, drum memanjang atau bahkan bekas kolam permanen yang sudah tidak terpakai. Untuk pembuatan kandang permanen peternakan besar yang sering di gunakan biasanya memiliki ukuran 1. 5 x 18 m dan tinggi 0.45 m
 
Dengan bahan papan sisa,kayu kaso,bambu, rumbia. Didalamnya dibuat wadah-wadah tempat untuk pemeliharaan semacam rak-rak bertingkat, Kedalaman tanah direkomendasikan minimal adalah 50 cm / 20 inci. Wadah harus ditempatkan dalam relatif dingin, daerah yang diarsir di mana suhu biasanya tidak akan melebihi 20C / 68F dan memiliki suhu 16-24 °C
 
Persiapan Bibit Calon Induk
 
Persiapan indukan, sebaiknya dibeli langsung dari peternak cacing yang sudah lama menggeluti usaha cacing, hal ini lebih baik untuk hasil yang berlimpah dibandingkan jika mencari sendiri di alam, karena jika kita ambil bibit dari alam biasanya kemampuan berkembang biak kurang bagus dan kadang juga tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru
 
Sistem Perkembangbiakan
 
Jika media pemeliharaan sudah siap dan bibit cacing tanah sudah tersedia, Bibit cacing tanah jangan langsung sekaligus dimasukkan ke dalam media, masukanlah sedikit demi sedikit. Masukan sekitar 50 cacing dewasa per rak Beberapa bibit coba disimpan di atas media, jika bibit masuk ke dalam media hal itu menunjukkan bahwa cacing betah dan nyaman di media tersebut.jika sudah bisa beradaptasi Tambahkan lagi dan cek tiap 3 jam sekali apakah masih ada cacing yang berkeliaran ke luar, kalau cacing malah meninggalkan media atau wadah berarti media yang digunakan harus diganti. Cara mengganti media yaitu dengan cara disiram air, kemudian diperas atau dibuang airnya sampai airnya berwarna bening
 
Untuk mengetahui apakah cacing tanah yang di budidayakan betah terhadap media yang digunakan, Anda bisa memastikannya setelah 12 jam.jika cacing sudah masuk kedalam tanah itu tandanya sudah betah dan bila cacing masih ada yang di atas permukaan mungkin sedang beradaptasi
 
Pupuk kandang yang belum digunakan selama 2 tahun setelah pengomposan tidak dianjurkan untuk persiapan media untuk mengandung sangat sedikit nutrisi yang diperlukan untuk cacing tanah. Menggunakan pupuk kandang ini ketika kompos limbah organik.Kotoran segar sangat dilarang untuk digunakan sebagai makanan untuk cacing tanah, karena dapat mati
 
Pemilihan Bibit Calon Induk
 
Untuk sekala komersial sebaiknya menggunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan jumlah yang besar, tapi untuk skala kecil bisa mencari bibit cacing tanah dari alam, misalnya dari lingkungan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan
 
Pemeliharaan Bibit Calon Induk
 
Dalam pola pemeliharaan terbagi menjadi beberapa cara:
 
Cacing tanah dipelihara dalam jumlah banyak sesuai dengan tempat yang ada, dengan pemilihan Cacing tanah yang muda atau dewasa. Jika wadah berukuran panjang 2.5 m, lebar kurang lebih 1 m, dan tinggi sekitar 0.3 m, maka dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa
 
Pemeliharaan dimulai dari jumlah 50 cacing, dan jika jumlahnya sudah bertambah(berkembang biak), sebaiknya sebagian dipindahkan ke wadah lain
 
Pemeliharaan khusus kokon sampai menjadi anak, setelah dewasa pindahkan ke tempat lain. Pemisahan dapat dilakukan dengan cara membagi 2 media. Setengah media ditinggalkan dan setengah lagi dipindahkan ke wadah yang lain Penyortiran bisa dilakukan setelah kokon menetas
 
Pemeliharaan khusus cacing dewasa untuk bibit
 
Sistem Perkembangbiakan
 
Jika media pemeliharaan sudah siap dan bibit cacing tanah sudah tersedia, maka penebaran siap dilakukan.Bibit cacing tanah jangan langsung sekaligus dimasukkan ke dalam media, melainkan sedikit demi sedikit.Beberapa bibit coba disimpan di atas media, jika bibit masuk ke dalam media hal itu menunjukkan bahwa cacing betah di media tersebut
 
Tambahkan lagi dan cek tiap 3 jam sekali apakah masih ada cacing yang berkeliaran ke luar, kalau cacing malah meninggalkan media atau wadah berarti media yang digunakan harus diganti Cara mengganti media yaitu dengan cara disiram air, kemudian diperas atau dibuang airnya sampai airnya berwarna bening

Untuk mengetahui apakah cacing tanah yang ditanam betah terhadap media yang digunakan, Anda bisa memastikannya setelah 12 jam
 
Sistem Perkawinan
 
Cacing tanah merupakan golongan hewan hermaprodit yang memiliki alat kelamin ganda jantan dan betina dalam satu tubuh.Tapi untuk pembuahan tidak bisa dilakukan sendiri. Sepasang cacing tanah akan menghasilkan satu kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api yang berisi telur-telur. Setiap kokon berisi 2-20 ekor, dan rata-rata 4 ekor
 
Kokon diletakkan di tempat yang lembab, dan dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. 100 ekor cacing tanah dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun
 
Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan dengan ditandai adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan, setelah 7-10 hari perkawinan cacing dewasa akan menghasilkan 1 kokon
 
Pemeliharaan Dan Makan
 
Dalam satu hari satu malam Cacing tanah diberi pakan sekali sesuai berat cacing tanah yang ditanam. Apabila ditanam 1 Kg Cacing tanah, maka pakan diberikan harus 1 Kg.Pakan cacing tanah secara umum berupa kotoran hewan. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan Cacing yang di budidayakan adalah sebagai berikut:
  1. Pakan diberikan harus berupa bubuk atau bubur. Berupa sayur-sayur busuk yang sudah dihancurkan
  2. Ampas tahu lebih baik
  3. Bekas nasi yang sudah ditumbuk
  4. Limbah organic lainnya yang sudah membusuk
  5. Taburkan pakan rata di atas media, tapi tidak menutupi semua permukaan media, kira-kira sekitar 2/3 dari wadah tidak ditaburi pakan
  6. Perbandingan bubur pakan dengan air diberikan 1:1
Untuk 1 kg cacing diberikan pakan 300 gram. Namun untuk awal pembudidayaan berikan secukupnya saja, sebab media yang sudah di siapkan merupa makanan juga bagi cacing. Pakan diberikan setiap 1 x sehari, baiknya sore hari sekitar jam 16.00 sd 18.00
 
Penggantian Media
 
Periksa wadah seminggu sekali untuk kelembaban, lebih sering di cuaca yang lebih hangat, tapi tidak over-air. Jika tanah menjadi terlalu kering, cacing akan bergerak ke arah bagian bawah wadah; jika terlalu basah, cacing akan di permukaan Permukaan wadah harus ditutup dengan dua atau tiga goni ketebalan untuk mempertahankan kelembaban
 
Setiap tiga minggu sampai satu bulan menghapus top 7 sampai 10 cm / 2,5 sampai 4 inci tanah dan campuran dalam setengah cangkir campuran makanan yang Anda digunakan di awal. Dump tanah yang tersisa keluar wadah dan menempatkan tanah, yang telah ditambahkan makanan, di bagian bawah wadah
 
Media yang sudah jadi tanah atau kascing yang sudah dipenuhi banyak telur (kokon) harus segera diganti. Agar cacing cepat berkembang, jadi antara telur, anak dan induk harus dipisahkan pada media berbeda.Penggantian media rata-rata dilakukan dalam waktu 2 Minggu sekali
 
Proses Kelahiran
 
Media untuk sarang terbuat dari: kotoran hewan, batang pisang, dedaunan atau buah-buahan, limbah pasar, limbah rumah tangga, kertas, Koran, kardus, kayu lapuk atau bubur kayu
 
Semua bahan dipotong sepanjang + 2.5 cm. semua bahan diaduk dan ditambah air kecuali kotoran ternak, kemudian diaduk lagi. Selanjutnya bahan campuran dan kotaran ternak dicampurkan menjadi satu dengan perbandingan 70:30 dengan ditambah air secukupnya agar tetap basah.Dan gunakan kapur ajaib dan coretkan di sekitar media untuk mengurangi jumlah semut yang berada di media
 
Hama Dan Penyakit Cacing Tanah
 
Pengendalian terhadap hama perlu dilakukan, karena hal itu akan menentukan keberhasilan beternak Cacing tanah. Hama yang merupakan musuh cacing tanah antara lain: ayam, itik, ular, angsa, burung, kelabang, lipan, semut, kumbang, lalat, tikus, katak, tupai, lintah, kutu dan banyak lagi. Musuh lain yang tidak kalah mengganggu yaitu semut merah yang memakan karbohidrat dan lemak yang terdapat pada pakan, kedua zat tersebut sangat diperlukan untuk penggemukan Cacing tanah. Untuk mencegah serangan semut merah dengan cara wadah pemeliharaan dirambang oleh air
 
Jika tikus menyerang dan mengacak-ngacak media cacing Baiknya media dikondisikan jangan terlalu dekat dengan media tanah. Beri cairan oli/minyak disekitar tiang media. Sehingga tikus harus berenang melewati oli dahulu sebelum menuju media cacing
 
Panen Cacing Tanah
 
Dua hal yang bisa diharapkan dari panen Cacing tanah, yaitu;
 
Kascing atau bekas kotoran cacing sering disebut kascing, kascing bermanfaat sebagai nutrisi terutama tanaman hortikultura. Kascing juga bernilai ekonomis karena dapat dijual di berbagai toko pertanian
 
Dalam tekniknya panen bisa dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan mengunakan alat penerangan lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah akan berkumpul di bagian atas media karena sangat sensitif dengan cahaya. Anda tinggal memisahkan antara cacing dan media.Cara kedua dengan membalikan sarang, cacing biasanya berkumpul maka mudah memisahkan antara Cacing tanah dengan media
 
Jika terdapat kokon atau kumpulan terlur pada saat panen, maka kembalikan sarang pada wadah semula dan diberi pakan selama 30 hari. Telur akan menetas dan cacing tanah bisa dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen
 
Dibutuhkan cacing tanah Staratel 24 jam untuk memproses beratnya sendiri kompos. Cacing tanah hidup 10-16 tahun. Sebuah Staratel cacing tanah menghasilkan 1.500 spesies setahun. Suhu bekerja berkisar + 9 + 32O ะก,Membeli 1500-3000 cacing tanah dan mengubur mereka ke tempat tidur, itu sudah cukup untuk menghasilkan kascing untuk pemupukan plot 3-4 ha lahan dalam waktu satu tahun
 
Di musim hangat 150 g cacing tanah (750 cacing tanah) menghasilkan sekitar 1 ton kascing. Populasi 1500-cacing tanah bekerja di 2-3 sq.m. kompos akan menyediakan Anda dengan 2 ton pupuk berkualitas tinggi

Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal

Dalam Budidaya Ikan Gurameh Seleksi benih yang baik adalah hal yang sangat penting. karena dalam menyeleksi benih yang baik maka ikan gurame akan tumbuh dan hidup dengan baik. Hal ini membutuhkan ketekunan dan keuletan untuk memulai bisnis ini. Berikut kami akan bagikan Cara Budidaya Gurame Di Kolam terpal 

Persiapan Kolam Ikan Gurame

Ikan Gurameh pemeliharaan bisa dilakukan di kolam terpal dan kolam permanen. Persiapan dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup sebagai plangton dan lain-lain 

Persiapan Di Kolam Permanen / Terpal

Cara budidaya ikan Gurame dapat dilakukan dengan dua jenis model:
  1. Menggali tanah dengan kedalaman 90cm, kemudian terpal dipasang di tanah galian
  2. Menempatkan terpal di tanah (tidak menggali) adalah dengan menggunakan bantuan kerangka bambu atau kayu. Kemudian terpal dirangkai menyerupai bak kotak persegi panjang, beban terpal tidak terlalu berat ketika diberi air
Cara kedua memungkinkan kita untuk melakukan penggantian dan pembersihan kolam dengan lebih mudah dan efisien. Kalian juga dapat menyedot kotoran kolam terpal dengan mudah. Kotoran ikan Gurame juga harus di bersihkan dari kolam sehingga kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga. kalian juga bisa mempelajari cara budidaya ikan nila di kolam terpal

Pendedaran / Pemijahan Ikan Gurame 

Setelah kolam terpal selesai dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan guramih, tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan ke dalam kolam.sebelumnya terpal yang sudah di pasang di bersihkan dulu dari penyakit dan zat berbahaya. Karena terpal mengandung bahan kimia, maka sebelum instalasi perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen setelah itu kolam diisi dengan air yang sudah ditaburi garam 2 ons / m3. Pastikan ikan guramih tidak mengandung kuman. Jika ada guramih yang sakit segera dikarantina sebelum dimasukkan ke dalam kolam 

Pemiilihan induk

Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh induk. Tanda betina dewasa: dagu (atas kepala) datar, perut kembung sedikit; tubuh agak gendut, gerakan lambat dan lubang kelamin kemerahan. Tanda induk jantan: dagu menonjol , gerakan lincah, tubuh lebih ramping dan warnanya cerah; lubang kelamin kemerahan genital, Dan biasanya penerapan pengawinan Pasangan gurami terdiri dari 3 induk betina dan 1 jantan 

Hal ikan Gurame Dalam Proses Bertelur

Pemijahan ikan Gurame dengan mempersiapkan Kolam harus jauh dari keramaian.dan Cara pemijahanya yaitu:
  1. Siapkan kolam ukuran 50 m2; bersihkan semua bagian kolam
  2. Setelah bersih keringkan selama 3-5 hari
  3. Isi air setinggi 60 cm dengan keadaan air mengalir terus menerus
  4. Pasang empat buah sosog di empat sudut kolam
  5. Masukan 3 induk peternakan
  6. Empat pasang bambu rak 5 cm di atas permukaan air, menempatkan sarang terbuat dari bambu yang di isi dari ijuk atau tepes kulit kelapa yang nyerabut sebagai bahan sarang
  7. Masukan juga 1 induk jantan sebagai pembuahan seperma untuk berkembang biak induk betina
  8. Mengambil sarang yang sudah berisi telur
  9. Setiap ikan gurame betina dapat membuat 3.000 hingga 10.000 telur di setiap sarang, penghitungan telur diidentifikasi dengan usia dan jenis (spesies) dari induk
Tetaskan Di Pembenihan

Hatchery di akuarium

Pembenihan ikan mas dilakukan di akuarium. Caranya: siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama dua hari; isi air setinggi 30 cm; pasang dua poin dan mengaktifkan aerasi selama penetasan; masukan sarang telur yang telah dibersihkan dari sampah dan telur busuk; Penetasan akan berlangsung selama 10 hari; pada hari kelima air di buang dan diganti dengan air baru; larva atau benih d panen idengan sekup net dan ditebar ke kolam Terpal yang sudah di bersihkan

Penetasan Dalam Baskom Plastik

Pembenihan ikan gurame juga dapat dilakukan di baskom plastik. Caranya: siapkan baskom plastik besar (volume 50 liter); keringkan selama dua hari; isi air setinggi 20 cm; masukan sarang telur yang telah dibersihkan dari sampah dan telur busuk; penetasan akan berlangsung selama 10 hari; pada hari Bagian kelima air dihapus dan diganti dengan air baru; larva panen atau beni dengan sekup net dan ditebar ke kolam Terpal yang sudah di bersihkan

Cara Penyebaran Benih / Bibit Ikan Gurame

Sebelum penebaran ditebar benih perlu disesuaikan, untuk membuat benih supaya tidak dalam kondisi stres saat berada di kolam terpal. Cara adaptasi adalah: benih ikan gurame yang masih terbungkus dalam plastik tertutup dimasukkan ke dalam kolam, biarkan sampai menguap dinding plastik seperti mengeluarkan keringat. Ini pertanda kolam air dan air yang ada dalam plastik keadaan suhunya sama, setelah itu membuka plastik yang tadi sudah di masukan di kolam secara bertahap dan biarkan benih keluar sendiri dari plastic setelah dua hari, memberikan 0,5-1 pelet,dan plangton

Memisahkan

Memisahkan pertama dilakukan di kolam terpal. Cara: siapkan kolam ukuran 100 m2; kering 4-5 hari; memperbaiki semua bagiannya; membuat kemalirnya; dasarnya rata-rata tanah; tebarkan dua karung kotoran ayam atau puyuh; isi setinggi 40 cm air dan rendam selama 5 hari (air tidak dibuang); tebar 10 000 larva pada pagi hari, makan atau pelet yang telah direndam setiap hari; biji dipanen setelah 3 minggu usia

Perkecambahan

Memisahkan dua juga dilakukan di kolam terpal. Cara: siap kolam ukuran 100 m2; kering 4-5 hari; memperbaiki semua bagiannya; membuat kemalirnya; dasarnya rata-rata tanah; tebarkan dua karung kotoran ayam atau puyuh; isi setinggi 40 cm air dan rendam selama 5 hari (air tidak dibuang); tebar 8.000 ekor benih dari pembibitan (yang telah diseleksi);berikan 1-2 kg pelet tepung setiap hari pagi dan sore 

Memisahkan

Perkecambahan dilakukan dalam tiga kolam terpa Cara: siap kolam ukuran 100 m2; keringkan terlebih dulu selama 4-5 hari; tebarkan dua karung kotoran ayam atau puyuh; isi setinggi 40 cm air dan rendam selama 5 hari (air tidak dibuang); tebar 6.000 ekor hasil dari pendederan II (telah diseleksi); memberikan 3-5 kg ​​pelet kecil (terutama ikan mas); panen benih dilakukan sebulan kemudian 

Pembesaran

Pembesaran ikan mas di kolam terpal dilakukan. Caranya: siapkan kolam ukuran 200 m2; memperbaiki semua bagian; tebarkan empat karung kotoran ayam atau puyuh; kadar air setinggi 40-60 cm dan rendam selama 5 hari; dari pembibitan III; berita pakan 3 persen setiap hari, 3 kg pada awal pemeliharaan dan akan meningkat sesuai dengan berat ikan; sirkulasi air terus menerus; jangan dipanen setelah tiga bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan 0,5 kg ukuran ikan makanan dari 400-500 kg 

Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal 

Dari tahap pertanian ikan gurame meliputi:Operasi pembenihan meliputi kegiatan pemeliharaan,pemijahan, penetasan telur dan larva peduli tentang ukuran biji labu. Larva 12-30 hari-tua kemudian diperlakukan untuk mencapai berat 10-15 g / ekor (berusia 4 bulan).Benih-benih ini siap untuk didederkan.Namun,ada juga petani ikan yang menjual telur untuk di tetaskan di kolam sendiri

Kegiatan pembibitan meliputi pemeliharaan ukuran benih 10-15 g /ekor untuk ukuran 150 g /ekor.Bobot ikan mas biasanya dicapai ketika benih itu enam bulan dari penetasan telur. Ada pembibitan yang dimulai dari ukuran yang lebih besar, yaitu 11-30 g /ekor, tetapi ada juga mendederkan benih ikan mas larva atau ketika ukuran biji labu

Pembesaran Ikan Gurame

Pembesaran ikan adalah tahap berikutnya setelah tahap pembibitan. Hasil dari pembibitan masih benih akan memasuki tahap berikutnya pembesaran sampai berat mencapai ukuran konsumsi dengan berat sekitar 500 gram / ekor.Namun, penentuan ukuran panen ikan gurame pembesaran juga disesuaikan dengan permintaan konsumen. Karena ada juga konsumen yang meminta ikan gurame lebih besar dari 1 kg /ekor

Pemasaran Ikan Gurame 

Kegiatan pemasaran meliputi kegiatan distribusi ikan gurame bisa panen, mulai dari telur, larva, benih, sampai ikan gurame siap untuk makan. Telur ikan gurame biasanya dijual bersama-sama dengan petani lain untuk sarang mereka, yang terletak tidak jauh terpisah. Jadi larva yang biasanya hanya dijual kepada petani lokal lainnya.Sementara itu, benih siap untuk mengangkat dan konsumsi ikan gurame dapat dijual langsung ke pasar.Ada juga pengepul yang datang langsung ke lokasi pembesaran untuk mengambil panen dan mendistribusikannya ke daerah lain